Siapa yang bisa dihipnosis?

Pertanyaan ini sering dijawab salah oleh orang awam atau pemula dalam dunia hipnosis. Jawaban yang benar atas pertanyaan ini tidak diragukan lagi adalah: Semua orang. Pengertian ini  perlu dipahami bahwa semua orang bisa dihipnosis, hanya saja beberapa orang lebih mudah daripada yang lain. Selain itu, seseorang kadang dianggap tidak bisa dihipnosis, padahal itu hanya kondisi yang sangat kontekstual, karena dipengaruhi pada kemauan seseorang untuk dihipnosis pada saat itu. Kesediaan ini dengan sendirinya akan menjadi tambahan  kekuatan, dan keyakinan dalam diri terapis itu.

Apakah tingkat kedalaman trans diperlukan untuk mencapai hasil yang lebih baik?  Meskipun masih ada beberapa ketidaksetujuan atas jawabannya, sebagian besar ahli setuju bahwa tingkat kedalaman dari trans dialami tidak berhubungan dengan hasil yang bermanfaat yang mungkin diperoleh. Dalam prakteknya, bahkan di mana seseorang merasa bahwa mereka belum dihipnotis, namun sudah dapat diperoleh hasil yang baik.

Apakah Hipnosis Itu?

Ada banyak kesalahpahaman tentang hipnosis yang beredar di masyarakat. Hipnosis adalah fenomena yang benar-benar alami. Salah satu fenomena hipnosis yang dikenal adalah suatu keadaan relaksasi dan pikiran terfokus dan menjadi terlepas dari kekhawatiran sehari-hari. Kondisi ini bukanlah tidur atau pingsan, tetapi keadaan yang berubah kesadaran, sering disebut sebagai ‘trance’ atau ‘relaksasi hipnosis’.

Pengertian lebih luas dari kondisi hipnotik adalah ketika bagia fungsi kritis pikiran pada diri seseorang menjadi mudah ditembus dan dilewati, sehingga memungkinkan lebih banyak akses langsung untuk dimasukkan sugesti kedalam bagian bawah sadar.

Pengalaman memasuki kondisi hipnotik adalah berbeda untuk setiap orang. Cara terbaik untuk menggambarkan itu adalah terjadinya pergeseran suatu kesadaran. Subjek berada dalam kendali penuh dirinya sendiri, namun ia juga luar biasa terfokus pada pengalaman internal mereka, dan pada suara Hipnotist. Konsep ini berlawanan dengan mitos yang populer dan salah di masyarakat bahwa orang yang terhipnosis adalah dalam kondisi tidak sadar atau tidak mampu menanggapi keadaan luar, atau untuk menentang kehendak hipnotis jika mereka harus ingin melakukannya.

Sebagai hipnoterapis, teknik hipnosis dapat digunakan untuk membantu perubahan perilaku, ketakutan dan mengatasi fobia, stres dan kecemasan, membuang kebiasaan buruk yang merusak, menurunkan berat badan, pengembangan pribadi, mengalahkan depresi dan sebagainya.